Sejarah Solidaritas Pemuda Desa

Solidaritas Pemuda Desa atau di singkat SPEDA adalah organisasi perkumpulan pemuda desa di seluruh Indonesia yang menaruh perhatian serius terhadap pembangunan desa. SPEDA dideklarasikan pada tanggal 28 Oktober 2025 di Jakarta bertepan dengan Hari Sumpah Pemuda ke-97 tahun.

SPEDA lahir dari perenungan dan kegelisahan yang mendalam tentang kondisi dan realitas yang ada di desa dalam menghadapi berbagai tantangan yang cukup kompleks di era modern ini, serta rendahnya partisipasi generasi muda dalam program pembangunan membuat roda kemajuan desa berjalan lambat. Meski potensi desa begitu besar, namun belum tersentuh maksimal karena kurangnya tenaga dan gagasan yang dapat menggerakkan perubahan tersebut.

Sebagai Pemuda yang dilahirkan di desa, dilereng gunung, ditepi laut, merasa bahwa desa tidak boleh dibiarkan berjalan apa adanya. Karena itu, perlu adanya ruang untuk pemuda terlibat, berpendapat, dan mengambil peran nyata dalam memajukan desa. Kegelisahan ini bukan sekadar protes, melainkan panggilan batin, panggilan moral dan tanggungjawab sosial untuk menghadirkan perubahan yang nyata. Pemuda menyadari bahwa jika tidak ada gerakan bersama, maka desa akan tertinggal dari arus perkembangan zaman.

Dari kegelisahan itulah, tumbuh sebuah tekad untuk berperan dalam pembangunan desa. Pemuda dari desa dengan latar belakang suku, ras, agama dan budaya, dari Jawa, Sumatera, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku dan Papua mulai berkumpul, berdiskusi, dan menyatukan gagasan dalam memetakan berbagai persoalan desa, baik itu lingkungan, sosial, pendidikan, hingga ekonomi.

Dengan berdirinya Solidaritas Pemuda Desa ini, diharapkan lahirlah harapan baru. Harapan bahwa pemuda desa juga dapat menjadi pelopor perubahan, inovasi dan penggerak pembangunan yang membawa desa menuju masa depan yang lebih baik.

Visi

Membangun kesadaran kolektif pemuda desa di seluruh Indonesia untuk bangkit, berjejaring, dan berkontribusi dalam membangun desa melalui gerakan Solidaritas Pemuda Desa (SPEDA).

Misi

1. SPEDA bertujuan memperkuat solidaritas sesama pemuda desa se Indonesia.

2. Mendukung pemuda desa ikut terlibat aktif dalam menopang pembangunan nasional dan persoalan sosial kemasyarakatan dan kebangsaan yang berbasis di desa.

3. Desa harus menjadi fondasi pembangunan nasional yang berbasis ekonomi kerakyatan dan berkeadilan.